Budaya Khas Indonesia ( Adu Hewan )

Adu Kerbau (Mapasilaga Tedong) Toraja
Budaya Indonesia tak kalah hebat dengan budaya orang spanyol yaitu menakhlukkan banteng atau yang dikenal dengan matador dengan bendera merahnya.
Indonesia juga kaya akan budaya-budaya yang berhubungan dengan binatang, malah lebih unik dan spektakuler. Budaya ini dilakukan hanya pada even-even tertentu, terutama pada hari-hari khusus atau hari perayaan sesuai dengan adat budaya setempat. Budaya ini merupakan peninggalan nenek moyang yang masih dilestarikan hingga sekarang. Berikut macam budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang berhubungan dengan binatang :


a. Adu Domba Jawa Barat.

Action kepala beradu kepala
Action Kepala beradu kepala











Action beradu kepala
Action beradu kepala











Pada intinya adu domba ialah ajang pamer ketangkasan hewan ternak yang pada akhirnya akan menaikan gengsi suatu perkumpulan ternak tertentu. Para pesertanya ialah peternak-peternak domba yang tersebar hampir di seluruh jawa barat, terutama daerah garut, sumedang, bandung, majalengka dan lainya. Event adu domba dilaksanakan setiap tahun dengan sistim kompetisi, hampir setiap bulan kegiatan ini dilaksanakan bergilir di daerah-daerah. Di bandung arena adu domba salah satunya terletak di lebak siliwangi (di samping lapangan olah raga SABUGA ITB).

Domba Garut / Domba Aduan
Domba Garut / Domba Aduan











Domba Garut / Domba Aduan
Domba Garut / Domba Aduan













Setiap event adu domba selalu dipadati oleh penonton. Kegiatan ini juga memiliki gengsi yang cukup tinggi karena banyak tokoh-tokoh sunda yang juga merupakan penggemar sekaligus pemiliknya.

Hadiah yang diperebutkan juga tidak sembarangan, sebuah mobil atau motor adalah hal yang sudah biasa. Ini tidaklah mengherankan karena harga seekor domba adu bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Seperti halnya pertandingan tinju, ajang ini juga dilengkapi oleh juri penilai, wasit dan pelatih domba yang ikut menari jaipongan setiap kali dombanya beraksi. Biasanya setiap pertandingan dibagi ke dalam dua ronde, dan masing-masing ronde terdiri dari sepuluh kali tumbukan kepala. Adu ketangkasan ini juga dibagi ke dalam kelas-kelas yang berbeda berdasarkan bobot domba petarung.

Ajang adu domba juga sering kali diselingi oleh atraksi pencak silat, juga musik tradisional. Ini menjadikan kegiatan sangat meriah dan menarik.

b. Adu Kerbau ( Mapasilaga Tedong ) – Upacara adat asal Toraja

Adu kerbau bule
Adu kerbau bule








Adu kerbau bule
Kerbau bule












Adu kerbau diawali dengan kerbau bule.
Partai adu kerbau diselingi dengan prosesi pemotongan kerbau ala Toraja, Ma’tinggoro tedong, yaitu menebas kerbau dengan parang dan hanya dengan sekali tebas.

Ma’tinggoro tedong












Semakin sore, pesta adu kerbau semakin ramai karena yang diadu adalah kerbau jantan yang sudah memiliki pengalaman berkelahi puluhan kali.

Parade kerbau
Adu kerbau











Adu kerbau
Adu kerbau











Adu kerbau
Adu kerbau










Sebelum diadu, dilakukan parade kerbau. Ada kerbau bule atau albino, ada pula yang memiliki bercak-bercak hitam di punggung yang disebut salepo dan hitam di punggung (lontong boke). Jenis yang terakhir ini harganya paling mahal, bisa di atas Rp 100 juta. Juga terdapat kerbau jantan yang sudah dikebiri—konon cita rasa dagingnya lebih gurih.

c. Adu Bagong ( Anjing Vs Babi hutan )

Ajing Vs Babi hutan
Anjing adu bagong











Di daerah pesisir Selatan Jawa Barat dikenal adanya permainan yang disebut dengan adu bagong. Bagong adalah istilah lain untuk menyebut babi hutan. Dalam permainan ini babi diadu dengan anjing peliharaan masyarakat.

Adu bagong satu lawan satu
Adu bagong satu lawan satu











Pertarungan hidup mati antara babi dan anjing ini disebut sudah ada sejak sekitar tahun 1960-an.
Berawal dari keluhan masyarakat sekitar yang perkebunannya rusak akibat hama babi hutan, wargapun menggelar perburuan dengan bantuan kawanan anjing. Atas pengalaman itu, masyarakat menjadi terbiasa melihat perkelahian antara anjing dan babi hutan. Kebiasan ini akhirnya membawa pertandingan itu ke dalam arena khusus. Konon di arena ini ada pula yang mengatakan adu bagong bahkan dilakukan antara babi dengan pendekar jawara.

Adu bagong kroyokan
Adu bagong kroyokan











Di beberapa daerah di Jawa barat, seperti di Cikalong, Cianjur Jawa Barat, adu bagong sudah seperti tradisi. Pada setiap pertandingan yang diselenggarakan oleh panitia, arena pertarungan selalu dipadati penonton. Dengan iringan musik tradisional khas Sunda, para penonton bersorak-sorai menyaksikan bagaimana kawanan anjing aduan menyerang babi hutan. Atau sebaliknya, Moncong babi hutan yang menyeruduk kawanan anjing.

d. Karapan Sapi ( Adu balap sapi )

Karapan sapi Madura
Persiapan start Karapan sapi









Bagi masyarakat Madura, karapan sapi bukan sekadar sebuah pesta rakyat yang perayaannya digelar setiap tahun. Karapan sapi juga bukan hanya sebuah tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karapan sapi adalah sebuah prestise kebanggaan yang akan mengangkat martabat di masyarakat.

Adu cepat Karapan sapi
Adu cepat Karapan sapi







Adu cepat Karapan sapi
Adu cepat Karapan sapi











Pengertian kata “kerapan” adalah adu sapi memakai “kaleles”. Kaleles adalah sarana pelengkap untuk dinaiki sais/joki yang menurut istilah Madura disebut “tukang tongko”. Sapi-sapi yang akan dipacu dipertautkan dengan “pangonong” pada leher-lehernya sehingga menjadi pasangan yang satu.

Adu cepat Karapan sapi
Adu cepat Karapan sapi







Adu cepat Karapan sapi
Adu cepat Karapan sapi











Pesta Rakyat
Umumnya sebuah pesta rakyat, penyelenggaraan Kerapan Sapi juga sangat diminati oleh masyarakat Madura. Setiap kali penyelenggaraan Kerapan Sapi diperkirakan masyarakat yang hadir bisa mencapai 1000-1500 orang. Dalam pesta rakyat itu berabagai kalangan maupun masyarakat Madura berbaur menjadi satu dalam atmosfir sportifitas dan kegembiraan.

Suport kecepatan
Suport kecepatan








Suport kecepatan
Suport kecepatan











Adu Gengsi
Pemilik sapi karapan memperoleh gengsi yang tinggi manakala mampu memenangkan lomba tradisional tersebut. Selain itu, harga pasangan sapi pemenang karapan langsung melambung. Mislnya, harga sapi yang memenangkan lomba Karapan Sapi 2003 melambung menjadi Rp200 juta dari 2 tahun sebelumnya hanya Rp40 juta.

Suport kecepatan
Suport kecepatan










e. Sabung Ayam
Sabung ayam
Ayam laga
Add caption










Action menyerang lawan










Sabung ayam adalah permainan adu 2 ayam dalam 1 arena. Biasanya ayam yang di adu hingga salah satu kabur atau kalah. Bahkan hingga mati. Permainan ini biasanya di ikuti oleh perjudian yang berlangsung tak jauh dari arena adu ayam.

Permainan menyabung ayam disebut juga sebagai berlaga ayam. Permainan ini sudah dimainkan sejak kerajaan Demak. Di salah satu cerita rakyat, seorang pangeran bermain sabung ayam dan bertemu ayahnya yang telah membuang ibunya.

Sabung ayam/Tajen Bali
Sabung ayam/Tajen Bali








Sabung ayam/Tajen Bali
Ayam laga/tajen Bali













Sabung ayam atau tajen nyaris tak dapat dilepaskan dari kehidupan orang Bali, terutama kaum lelaki. Adanya larangan tajen karena sering dikaitkan dengan judi sejak tahun 1981, memang membuat acara tajen tak lagi dilakukan secara terbuka di wantilan yaitu bangunan tradisional yang umum terdapat di desa. Acara tajen kemudian dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh warga Bali. Namun belakangan, sejak era reformasi, acara tajen diadakan untuk penggalangan dana.

Acara tajen di Bali sudah ada sejak jaman Majapahit. Konon, tajen sangat lekat dengan tradisi tabuh rah, yaitu salah satu upacara dalam masyarakat Hindu Bali. Upacara tabuh rah ini tak ubahnya sebuah upacara persembahan dengan mengorbankan ternak seperti ayam, babi, kerbau, atau hewan peliharaan lain. Persembahan ini dilakukan dengan cara menyembelih bagian leher hewan tersebut. Sebelum upacara persembahan, dilakukan serangkaian upacara, antara lain perang sata yaitu pertarungan ayam dalam rangkaian kurban suci yang melambangkan penciptaan, pemeliharaan, dan pemusnahan dunia. Masyarakat Bali percaya bahwa perang sata merupakan simbol perjuangan hidup.

Bagaimanapun, keberadaan tajen atau sabung ayam memang tak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Bali.

0 Silakan beri komentar di sini:

Poskan Komentar